TikTok Sebut Bisnis di AS akan Rugi Besar Jika Aplikasi Diblokir

Sedang Trending 1 tahun yang lalu 64

Segala upaya dilakukan TikTok untuk memperlambat pemblokiran yang dimandatkan oleh pemerintahan Joe Biden. Bahkan, CEO Shou Zi Chew tiba bela-bela belajar dari Elon Musk untuk menghadapi pemerintahan Trump di Januari nanti.

Baru saja awal pekan ini TikTok meminta ke Mahkamah Agung AS untuk menunda pemblokiran media sosial ini dan berharap dapat dikaji ulang. Dengan miliaran pengguna di Amerika sana, bukan tak mungkin mereka akan rugi besar kalau media sosial tersebut benar terblokir di awal tahun nanti.

TikTok Sebut Bisnis di AS akan Rugi $1 Miliar Sebulan Jika Blokir Terjadi
tiktok sebut bisnis di asUpaya mengundur blokir tengah dilakukan

Juru bicara TikTok mengatakan kepada Ars Technica kalau perusahaan ini sudah mempunyai pengguna sebesar 170 juta di Amerika Serikat. Menurutnya, pemblokiran ini akan berdampak pada bisnis mini yang sangat bergantung pada media sosial buatan ByteDance ini.

Tambahnya, ada perkiraan sekeliling $1 miliar pendapatan yang berpotensi lenyap dan kreator dapat saja kehilangan $300 juta dalam waktu sebulan saja kalau blokir terjadi. Ban yang terjadi di AS ini akan menghabiskan sepertiga dari pengguna mereka dan kehilangan 29% dari pendapatan melalui iklan.

ImageBisnis di Amerika dapat terdampak

Menurut mereka, permintaan gesernya tenggat blokir ini bertujuan agar TikTok dan bisnis di AS tak terdampak oleh blokir sementara kalau kelak Mahkamah Agung AS membatalkan peraturan ini atau dicabut oleh Donald Trump sebagai Presiden.

Trump Sempat Janji Mau “Selamatkan” TikTok
ImageDi masa kampanye, Trump berjanji mau selamatkan TikTok

Tampaknya media sosial asal Tiongkok ini sangat berharap pada janji kampanye Trump yang mengatakan kalau dirinya mau menyelamatkan perusahaan tersebut. Awalnya Trump juga setuju dengan pemblokiran ini. Namun dalam kampanye lalu, Trump mengatakan kalau produk asal ByteDance ini bermanfaat untuk menjaga Meta tak melakukan monopoli dengan memberikan rivalitas.

Hanya saja, permintaan dari perusahaan ini tampaknya ditolak oleh Departemen Hukum AS. Langkah selanjutnya ialah mengajukan banding kepada SCOTUS atau Mahkamah Agung AS. Sekarang tinggal menunggu waktu apakah permintaan banding ini diterima atau tidak.

Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.