Memilih Motherboard yang Tepat – Merakit PC tidak hanya membutuhkan uang saja, dan minimal harus mempunyai pengetahuan apa yang akan kita rakit nantinya. Hal tersebut dikarenakan ada banyak sekali hal yang harus kita perhatikan guna meminimalisir potensi masalah yang dapat saja terjadi di kemudian hari.
Entah itu masalah kurangnya slot USB, terlalu banyak slot RAM, minimnya slot M.2 yang disediakan, tiba mungkin permasalahan yang lebih teknis, adalah masalah suhu VRM pada motherboard tersebut.
Walau mungkin kalian sudah membaca tips memilih motherboard, dapat saja kalian tetap lewatkan satu dua fitur yang semestinya umum untuk standar era now, namun kalian terkendala karena harganya yang lebih mahal ratusan, bahkan jutaan. Alhasil, dompet lebih memilih motherboard yang lebih murah.
Lalui opini kali ini, kami akan ajakmu mengenal gimana caranya memilih motherboard yang pas agar kalian tak menyesal saat membelinya.
Motherboard, Rumah Prosesor dan Komponen Lain
LGA1700 dari IntelKalau kalian membuka case lampau mengintip ke bagian dalam komputer yang kalian miliki, kalian akan memandang bermacam komponen yang saling bekerja sama untuk menghasilkan komputasi yang kalian sebut dengan komputer.
Bintang utama dalam merakit komputer tak hanya CPU dan VGA saja, namun motherboard atau yang lebih akrab disebut ‘mobo’ rupanya secara tak langsung menyumbang pengalaman komputasi secara keseluruhan, sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya di atas.
Jadi, secara umum mobo atau komponen ini merupakan rumah bagi prosesor dan komponen lain. Sebut saja prosesor, memori, kartu grafis, penyimpanan, dan terakhir cooler atau HSF dengan ukuran yang disesuaikan.
Namun, kalian harus memastikan komponen yang kalian beli akan dapat melangkah dengan bagus karena ada saja masalah yang menimpa para perakit komputer di luar sana. Mulai dari kompatibilitas memori, dukungan interface penyimpanan atau kartu grafis, dan seringnya konektor RGB atau ARGB karena seringnya dinilai sama.
Memilih Motherboard yang Tepat, Sulitkah?
LGA1200 yang tetap menjadi andalanLayaknya kita memilih rumah yang pas untuk kita tempati, memilih mobo tentunya harus sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan. Secara umum, ada beberapa indikator yang dapat anda gunakan dalam membeli komponen yang sesuai.
Di antaranya ialah ukuran, konektivitas, chipset, dan terakhir ialah harga. Keempat indikator tersebut akan menentukan harga komponen yang akan anda beli nantinya, terutama chipset.
Tentu saja ada dalih mendasar kenapa chipset dapat dibanderol lebih mahal ketimbang unsur lainnya. Di Indonesia sendiri, kebanyakan akan merekomendasikan chipset mid-range karena dirasa lebih future-proof apapun pemakaiannya meski kenyataannya tak demikian.
Padahal, dalam kebanyakan kasus, chipset entry-level sudah lebih dari mencukupi untuk temani keseharian kalian yang kerjaannya hanya main-nugas-main-nugas. Harganya juga lebih murah dengan bermacam fitur yang memang ideal dan cocok untuk pemakaian harian saja.
Cara Memilih MotherboardMenambah ratusan ribu tiba jutaan hanya demi fitur yang mungkin entah bilamana kita akan memakainya (termasuk dalih future-proof) juga bukanlah keputusan bijak. Hal ini didasari kebutuhan komputasi yang berbeda antar perseorangan yang kebanyakan tak akan sama.
A. Intel
Intel LGA1200Penulis contohkan, motherboard dengan chipset H610 tentunya akan lebih worth ketimbang memaksakan budget ke B660 bila kebutuhan komputasi hanya ala kadarnya, main-nugas-main-nugas.
Tentu saja akan ada yang mengatakan selisih performa sekian persen bila membandingkan prosesor X saat ditandem motherboard A atau B, yang menurut penulis malah melebih-lebihkan saja. Ya kali selisih 3-10 FPS jadi patokan untuk membeli mobo yang lebih mahal tanpa memandang kombinasi CPU dan VGA yang kita gunakan? Ini contoh spesifik Intel.
B. AMD
AMD AM4Lah, lanjut AMD gimana? Perlakuan berbeda dapat saja menimpa orang yang memilih kubu merah, karena untuk prosesor keluaran AMD, peran chipset akan menentukan kemampuan CPU secara keseluruhan, karena AMD membatasi sejumlah fitur hanya tersedia pada chipset tertentu saja.
Semisal kalian gunakan prosesor AMD Ryzen 3 3200G dan kebetulan kalian mau menambah kinerja dari iGPU-nya, mau tak mau kalian harus lakukan overclock, yang memang sengaja dibuat terpisah.
Faktor Lainnya yang Harus Kamu Perhatikan
Slot M.2 NVMe memang dibutuhkanSelain itu, unsur lainnya yang biasanya selalu dilebih-lebihkan ialah Voltage Regulator Module atau VRM. Komponen ini mempunyai peranan yang tak kalah penting, adalah memastikan CPU untuk menerima daya yang dibutuhkan pada voltase yang konsisten.
Yah sebenarnya tak ada salahnya ngebacot sebanyak apapun tentang VRM ini. Namun, kalau dari perspektif pandang ekonomi, tips memilih motherboard terbaik yang dapat kalian jadikan referensi ialah nilai price-to-performance yang ditawarkannya.
Di antaranya jumlah slot memori, jumlah M.2 NVMe (yang terpenting untuk penulis), jumlah port USB, integrated WiFi, maupun sejumlah fitur lain yang mungkin bahkan dirasa kurang bermanfaat untuk keseharianmu yang hanya main-nugas-main-nugas.
Namun, tetap saja unsur sebenarnya yang menghalangi kita membeli motherboard berkualitas terletak di harganya yang mungkin kurang bersahabat. Beda ratusan ribu atau jutaan mungkin tak masalah untukmu, namun bagaimana untuk orang lain?
Tips Memilih Motherboard, Jangan Asal Beli!
Mobo AMD dengan prosesor Intel atau AMDDi luar seluruh unsur yang kami jabarkan di atas, saran terakhir dari kami ialah jangan tiba salah membeli motherboard, karena di pasaran didominasi oleh dua brand berbeda, adalah Intel dan AMD.
Di mana prosesor Intel tak akan masuk ke mobo AMD, dan begitu juga sebaliknya, prosesor AMD tak akan dapat masuk ke mobo Intel dikarenakan perbedaan socket. Jangan gegabah memasukkan komponen tersebut, karena ditakutkan malah akan merusak komponen yang anda beli.
Kalau kalian amati media sosial beberapa tahun yang silam, tentunya kalian tetap ingat betul ada yang berkeluh kesah kenapa prosesor yang ia beli tak dapat masuk ke mobo yang telah ia beli. Alhasil, uang yang ia tabung menjadi sia-sia karena kini ia harus memilih antara beli prosesor atau mobo baru yang sesuai.
Tentu saja penulis pernah alami kejadian serupa, di mana penulis merasa tak membutuhkan M.2 NVMe, namun pada akhirnya benar-benar membutuhkannya karena bisa membantu manajemen kabel PC, menjadikan PC kian estetik. Endingnya ketebak sih, jual PC untuk membeli mini PC yang dibekali dua slot M.2 NVMe, hadeh.
KesimpulanMemilih motherboard yang pas dan sesuai kebutuhan memang amat penting, karena akan menentukan kenyamanan saat kita gunakan komputer tersebut sehari-harinya. Jadi, memang benar adanya memilih komponen yang pas untuk komputer akan menentukan tingkat kepuasan secara keseluruhan.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
English (US) ·
Indonesian (ID) ·