Mengenal Sejarah AI dari Awal Sampai Sekarang, Kalian Wajib Tahu!

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 93

Pernahkah kalian terpikir bagaimana sejarah AI dari awal tiba sekeren saat ini? Kalau kalian memang penasaran dan mau tahu, kalian datang ke artikel yang pas karena kami akan membahas sejarah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Tidak dapat dipungkiri kalau kecerdasan buatan atau AI merupakan salah satu teknologi yang paling menunjukkan perkembangannya dalam beberapa dasawarsa terakhir. Bahkan, dapat dikatakan AI telah merevolusi bermacam sektor dengan cukup baik, mulai dari kesehatan tiba transportasi.

Tentu saja akan menarik untuk membahas sejarah AI dikarenakan terdapat jatuh bangun dan kecaman dari bermacam pihak dari dulu bahkan tiba sekarang. Alasannya bermacam-macam. Ada yang takut pekerjaannya tergantikan oleh AI, padahal kenyataannya tak semudah itu.

Nah, kali ini kami akan mengajakmu membahas sejarah kecerdasan buatan dari awal tiba tahun 2023 yang tentunya akan menarik untuk kita ulik.

Sejarah AI dari Awal Sampai Sekarang
Sejarah Perkembangan Artificial IntelligenceMembahas perkembangan artificial intelligence dari dulu tiba sekarang

Kalau kalian penasaran dengan sejarah AI dari awal tiba sekarang, yuk kita ulik bersama tiba tuntas!

Dimulainya Sejarah Artificial Intelligence (1950an – 1960an)
Alan Turing Kecerdasan Buatan Di Tahun 1950Alan Turing

Bisa dikatakan ini merupakan fase awal kelahiran dari artificial intelligence yang kita kenal. Di tahun 1950an, bumi mempunyai orang pandai – mulai dari ilmuwan, matematikawan, termasuk filsuf yang mempunyai konsep AI yang telah berasimilasi secara budaya dalam pemikirannya.

Selain Marvin Minsky dan John McCarthy, sosok berpengaruh lainnya ialah Alan Turing, seorang peneliti asal Inggris yang mendedikasikan dirinya untuk lakukan eksplorasi kemungkinan matematis dari sebuah kecerdasan buatan.

Kala itu, terbesit di pikiran Alan, kenapa mesin tak dapat melakukan hal yang sama dilakukan oleh manusia, mulai dari gunakan akal pikiran, dan gunakan logikanya untuk mengambil keputusan bahkan memecahkan masalah. Di tahun 1955, kecerdasan buatan pertama bernama ‘Logic Theorist’ diperkenalkan.

Sayangnya, pada masa ini komputer benar-benar barang mewah. Untuk menyewa satu komputer mumpuni pada masanya saja membutuhkan sekeliling USD 200.000 tiap bulannya, yang bila kita konversikan dapat menembus 3 Miliar Rupiah. Inilah yang menghambat perkembangan AI kala itu.

Roller Coaster AI (1960an – 1970an)
Herbert Dan Alen Newell AiHerbert A. Simon dan Allen Newell

Di tahun ini, proyek kecerdasan buatan tampak semakin diincar oleh para peneliti. Bahkan, pada masa ini para peneliti merasa sangat percaya bahwa dengan kemampuan dan perlengkapan yang mereka miliki kala itu akan segera menyelesaikan PR mereka dalam mengembangkan AI yang sempurna, namun sayang hasilnya tak sesuai dengan harapan.

Di tahun 1963, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) guyurkan biaya untuk perkembangan kecerdasan buatan dikarenakan proyek AI buatan Herbert A. Simon dan Allen Newell bernama ‘General Problem Solver’, termasuk AI ‘ELIZA’ buatan Joseph Weizenbaum tunjukkan potensi yang sangat menjanjikan.

Berbekal dukungan penuh dari pemerintah untuk mengembangkan kecerdasan buatan, tidaklah heran bila masa ini juga disebut masa keemasan perkembangan artificial intelligence. Kala itu, Marvin Minsky mengatakan bahwa dalam tiga tiba delapan tahun mendatang bumi akan memandang kemunculan AI yang bisa berpikir layaknya manusia.

Namun ini tetap merupakan langkah awal, karena para peniliti juga harus mempertimbangkan bermacam unsur lain, termasuk di antaranya pemrosesan bahasa alami, pemikiran abstrak, dan pengenalan diri agar benar-benar dapat bertindak layaknya manusia. Di masa ini, kemampuan komputer pun tetap belum benar-benar memadai.

Zaman Kegelapan Perkembangan AI (1980an – 1990an)
John Hopfield Deep LearningJohn Hopfield memperkenalkan teknologi terbarunya

Di tahun ini, upaya para peneliti untuk mengembangkan AI menemui jalan buntu. Hal ini dikarenakan penurunan drastis dalam pendanaan dan asa para peneliti yang mengembangkan kecerdasan buatan tak kunjung terwujud. Walau demikian, era kegelapan perkembangan AI ini tetap diupayakan oleh para peneliti.

Sampai pada akhirnya kembali ‘dihidupkan’ oleh dua sumber, adalah ekspansi perangkat algoritmik dan tentu saja kucuran dana. Di sini, John Hopfield bersama David Rumelhart memperkenalkan teknik ‘Deep Learning’ yang memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman.

Edward Feigenbaum tak mau kalah dengan memperkenalkan ‘Expert System’ yang konon dapat meniru proses pengambilan keputusan dari manusia. Ia mendemonstrasikan bagaimana AI tersebut dapat merespons situasi tertentu, tiba pada akhirnya orang awam dapat menerima saran dari AI tersebut.

Melihat potensi tersebut, tak heran bila pemerintah Jepang mengucurkan biaya 400 Juta Dollar Amerika dengan asa bisa merevolusi pemrosesan komputer, menerapkan pemrograman logika, dan tentu saja mengembangkan kecerdasan buatan. Meski sudah mendapat dukungan, lagi-lagi kebanyakan sasaran tak dapat dicapai.

Kembali Menunjukkan Tanda Kehidupan (1990an – 2000an)
Deep Blue Ai Dari IbmGrand Master Catur Gary Kasparov dikalahkan oleh AI

Setelah melewati fase kegelapan perkembangan AI, di tahun 1990an ini kecerdasan buatan malah menunjukkan perkembangan pesat bahkan tanpa adanya pendanaan dari pemerintah dan kehebohan dari publik.

Hal tersebut ditunjukkan oleh kecerdasan buatan bernama ‘Deep Blue’ buatan IBM, yang bisa mengalahkan Grand Master Gary Kasparov yang merupakan juara catur dunia. Pertandingan yang dipublikaskan secara luas ini merupakan kali pertama juara bumi dapat dikalahkan oleh kecerdasan buatan.

Di tahun yang sama, Dragon Systems mengembangkan aplikasi untuk mengenal suara, yang ditujukan untuk sistem operasi berbasis Windows, dan menunjukkan pencapaian besar.

Tidak hanya suara, bahkan emosi orang pun juga tak luput dari kecerdasan buatan. Hal ini dibuktikan oleh Kismet, sebuah robot yang dikembangkan oleh peneliti asal Massachusetts Institute of Technology (MIT) bernama Cynthia Breazeal yang tampak dapat mengenali dan menampilkan emosi.

Bangkitnya Kecerdasan Buatan dari Tidurnya (2000an – 2010an)
Mark Zuckerberg Dan Artificial IntelligenceMark Zuckerberg dan perkembangan AI yang ia tekuni di Facebook

Setelah kemunculan internet, muncullah era di mana orang tetap terbatas kemampuannya dalam mengumpulkan dan mengolah informasi dalam jumlah yang teramat besar bernama ‘Big Data’. Kendati demikian, penerapan dari kecerdasan buatan sudah mulai terlihat pada beberapa sektor, di antaranya teknologi, perbankan, pemasaran, dan juga hiburan.

Kebangkitan kecerdasan buatan dari tidurnya ini tentunya merupakan proses yang agak unik dan kompleks, karena meski algoritma tak mengalami banyak kemajuan, namun era ‘Big Data’ ini sukses mendesak kecerdasan buatan atau AI kembali beradaptasi.

Bahkan meski hukum Moore tak menunjukkan tingkat kepastian yang absolut, namun peningkatan AI dalam bermacam sektor tak menunjukkan kehilangan momentum sama sekali. Hal ini dapat dilihat dari terobosan terbaru dalam ilmu komputer, matematika, bahkan ilmu syaraf yang terinspirasi dari hukum Moore.

Berarti, kebangkitan dari artificial intelligence rupanya dibarengi dengan kemajuan pesat dalam komputasi dan pengolahan data. Mulai dari machine learning, neural networks, mulai digalakkan untuk mencoba selesaikan bermacam problematika. Di sini, Facebook dan Google mulai mempunyai peranan krusial dalam memacu perkembangan AI.

Suksesnya Machine Learning (2010an – 2020an)
Era Machine Learning Tahun 2020Era machine learning yang digalakkan dari tahun 2010an

Bisa dikatakan ini merupakan fase yang tak kalah pentingnya dalam sejarah AI. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan machine learning, termasuk deep learning yang mengalami ledakan popularitas dan dapat kita lihat pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sistem pengenalan wajah, asisten virtual, tiba mobil otonom (tanpa pengemudi).

Mulai dari tahun 2010an, bumi menyaksikan kemajuan spektakuler dalam teknologi machine learning yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam sejarah AI. Hal ini dapat kita lihat dari kemajuan perangkat keras dan perangkat lunak pada masa ini, dan normalisasi implementasi AI dalam bermacam sektor, termasuk di bumi perbankan.

Nah, di masa ini machine learning juga telah menghadapi tantangan dalam melindungi privasi para user yang tentunya sensitif dan menjadi perhatian serius. Namun, terlepas dari jatuh bangun tersebut, kesuksesan era machine learning ini akhirnya dapat mendorong AI kian dekat ke kehidupan sehari-hari umat manusia.

Ditambah dukungan perangkat komputasi yang kini semakin kuat dan mumpuni, tentunya akan semakin memudahkan dan menghemat waktu para peneliti dalam mengeksekusi hal-hal baru bila mana dibutuhkan untuk menambah referensi.

AI di Zaman Now (2023)
Bard 20 Dari GoogleGoogle Bard, kecerdasan buatan dari Google

Memasuki tahun 2023, ini merupakan masa di mana artificial intelligence telah melebur ke bermacam sektor untuk memudahkan hidup manusia. Kemampuan dari kecerdasan buatan dari bermacam raksasa teknologi dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, kesehatan, otomotif, dan mungkin dalam kasus yang ekstrim pengambilan keputusan.

Ditambah kombinasi ‘Big Data’, cloud computing, dan tentu saja pemahaman yang kini jauh lebih bagus dan terbuka merupakan salah satu masa terpenting dalam sejarah AI yang kita kenal saat ini karena sudah terbukti bisa memudahkan kehidupan manusia, di antaranya ialah Google Bard dan ChatGPT untuk memudahkan kalian mencari referensi.

Dari sini, dapat kita petik bahwa sejarah AI merupakan perjalanan panjang dan penuh tantangan. Mulai dari awal konsep tiba tahun 2023 ini, kecerdasan buatan akhirnya telah berkembang menjadi kekuatan yang mendorong banyak inovasi.

Meski mungkin tetap ada beberapa mimpi yang belum terwujud, namun kemajuan AI selama beberapa dasawarsa belakangan ini tentunya membawa kita semakin dekat dengan realisasi angan umat orang selama ini. Jadi, sejarah AI tentunya akan lanjut berkembang, dan menurut kami masa depannya tampak sangat cerah.

Akhir Kata

Nah itulah dia sejarah AI dari awal tiba sekarang yang mungkin belum kalian ketahui, atau mungkin kalian telah dibuat penasaran olehnya.

Kami percaya setelah kalian membaca artikel singkat ini, kalian dapat mendapatkan gambaran keseruan dan dedikasi yang dilakukan oleh para peneliti dari seluruh bumi untuk menghadirkan kemudahan yang dapat kita dapatkan saat ini.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com