CEO TikTok Buka Suara Setelah Aturan Blokir Disahkan Presiden Joe Biden

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 72

Polemik TikTok di Amerika Serikat kian memanas. Setelah beberapa saat lampau ada rencana diblokir media sosial tersebut kalau ByteDance tak menjual media sosial tersebut. Kini tampaknya, info tersebut tak hanya sekadar rencana.

Akar masalahnya datang dari pemerintah AS yang menganggap kalau TikTok berkemungkinan mengancam keamanan negara menjelang pemilu nanti. Dengan palu yang sudah diketok dan tandatangan sudah dibubuhkan oleh Presiden Joe Biden, bagaimana nasihb media sosial raksasa ini di negara Paman Sam?

CEO TikTok Buka Suara dan Sampaikan Kekecewaannya Terhadap Aturan Blokir
ceo tiktok buka suaraShou Zi Chew sang CEO

CEO TikTok Shou Zi Chew membuka bunyi perihal aturan yang baru saja disahkan oleh Presiden tak lama ini. Kekecewaan yang disampaikan lewat video TikTok ini berisikan anggapan sang CEO bahwa Amerika Serikat memang berniat memblokir media sosial tersebut dan menggunakan koneksi dengan China sebagai alasan.

Menurut Shou, pemblokiran ini akan berdampak jelek terhadap 170 juta pengguna di Amerika yang menggunakan platform tersebut untuk berkomunikasi. Sang CEO bahkan menyindir kalau tindakan ini sangat ironis mengingat Amerika sangat peduli terhadap kebebasan. Yang mana dengan pemblokiran ini berarti telah merampas hak kebebasan penduduk Amerika untuk dilihat dan didengar.

Bahkan menurut pengakuan Shou, TikTok telah mengucurkan biaya miliaran untuk mengamankan data pengguna dan membiarkan platform tersebut bebas dari manipulasi pihak manapun.

Buat anda yang pengen topup Google Play, Steam Wallet, PlayStation Network, ataupun Nintendo eShop yang paling murah dan terjamin, coba cek RRQ TopUp ya! Jangan lupa juga, gunakan kode voucher “GAMEBROTT” di RRQ TopUp untuk dapet potongan harga spesial lakukan kamu.

Akun X TikTok Kucurkan Pernyataan Serupa
tiktokByteDance diberikan waktu setahun untuk jual atau terblokir di AS

Tak hanya lewat video saja, pernyataan tersebut juga tertuang secara tertulis di akun X media sosial tersebut. Yang jelasnya, pihak Shou akan membawa masalah ini ke jalur hukum.

Walau dapatkan banyak pertentangan soal pemblokiran ini bagus dari pengguna, hingga pemerintah China sekalipun. Tampaknya AS tetap tak bergeming dengan keputusannya. Apapun itu, ByteDance diberikan tenggat setahun untuk menjual media sosial tersebut kalau tak mau kena blokir seutuhnya.

Bagaimana menurut kamu? Apakah ini adil?

Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.