10 Ransomware Paling Berbahaya di Dunia, Awas Data Langsung Lenyap!

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 77

Apakah kalian pernah penasaran atau kepo, apa saja sih ransomware paling berbahaya di dunia? Hal ini didasari betapa banyaknya serangan ransomware yang kini menjadi salah satu ancaman siber paling menakutkan yang dapat menimpa perseorangan maupun organisasi. Gak hanya kehilangan data, korban juga dapat terkena modus penipuan.

Namun, apa-apa saja ransomware yang dicap paling berbahaya di dunia? Yuk, langsung saja kita bahas di artikel ini!

Inilah Ransomware Paling Berbahaya di Dunia
Kumpulan Ransomware Paling Berbahaya Di DuniaMemangnya ada sebanyak apa sih ransomware yang paling berbahaya?

Buat kalian yang penasaran apa-apa saja ransomware paling berbahaya di dunia, yuk langsung saja kepoin artikel satu ini tiba tuntas.

1. CryptoLocker (2013)
Ransomware Cryptolocker

CryptoLocker ialah salah satu ransomware pertama yang menyebar secara luas dan menandai awal dari era modern serangan ransomware. Ransomware ini pertama kali muncul pada tahun 2013 dan dengan sigap menjadi ancaman besar bagi pengguna komputer di seluruh dunia.

Selama masa aktifnya, ransomware ini sukses menginfeksi ratusan ribu komputer dan menghasilkan jutaan dolar bagi pelaku. Serangan ini juga memicu gelombang baru ransomware dengan strategi dan metode serangan yang lebih canggih.

2. Locky (2016)
Ransomware Locky

Locky ialah ransomware lain yang muncul pada tahun 2016 dan dengan sigap menjadi salah satu ransomware paling terkenal pada masanya. Ransomware ini dinamai berdasarkan ekstensi file “.locky” yang digunakan untuk file yang dienkripsi.

Hebatnya, ransomware ini menyebar dengan sangat sigap dan menginfeksi jutaan komputer di seluruh dunia, termasuk rumah sakit, perusahaan, dan individu. Serangan ini sukses menyebabkan kerugian finansial dalam jumlah masif dan seolah memamerkan betapa efektifnya serangan phishing dalam menyebarkan malware.

3. Cerber (2016)
Ransomware Cerber

Muncul pada tahun 2016 dan dikenal karena strategi penyebarannya yang canggih serta model RaaS yang menguntungkan. Ransomware ini juga menggunakan metode enkripsi yang kuat dan tergolong susah untuk dipecahkan di masanya.

Tak hanya itu, ransomware ini juga menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi banyak organisasi dan pengguna individu. Model RaaS yang digunakan oleh ransomware ini memungkinkan banyak afiliasi untuk menggunakan ransomware ini, memperluas jangkauan serangannya dan menghasilkan lebih banyak uang bagi pelaku.

4. Dharma (2016)
Ransomware Dharma Crysis

Dharma, juga dikenal sebagai CrySiS, ialah ransomware yang mulai muncul pada tahun 2016 dan diketahui tetap lanjut berkembang tiba artikel ini dibuat. Ransomware ini dikenal karena menyebar melalui Remote Desktop Protocol (RDP) yang tak kondusif dan email phishing.

CrySis telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi banyak organisasi dan pengguna individu. Ransomware ini lanjut diperbarui dan dikembangkan sosok jahat di baliknya, membikin malware ini menjadi susah untuk diberantas dan lanjut menjadi ancaman serius bagi keamanan siber.

5. WannaCry (2017)
Ransomware Wannacry

Pada bulan Mei 2017, bumi dikejutkan oleh serangan ransomware yang menyebar dengan sigap ke seluruh dunia. Ransomware ini manfaatkan kerentanan dalam sistem operasi Windows yang dikenal sebagai EternalBlue, yang awalnya ditemukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang rembes oleh golongan peretas Shadow Brokers.

Serangan ini menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar dan mengganggu operasi krusial di berbagai sektor. Banyak organisasi, termasuk rumah sakit besar terpaksa membayar tebusan karena tak mempunyai cadangan data yang memadai.

6. NotPetya (2017)
Ransomware Notpetya

Hanya sebulan setelah serangan ransomware lainnya, bumi kembali diguncang oleh ransomware NotPetya. Meskipun awalnya tampak seperti varian dari ransomware Petya, ransomware ini rupanya lebih merusak dan dirancang untuk menghancurkan data daripada meminta tebusan.

Ransomware ini juga menyebabkan kerugian finansial yang diperkirakan mencapai miliaran dolar, mempengaruhi perusahaan besar seperti Maersk, Merck, dan FedEx. Serangan ini juga disebut telah melumpuhkan operasi kritis di berbagai negara.

7. Ryuk (2018)
Ransomware Ryuk

Bisa dbilang, ransomware ini ialah salah satu ransomware paling canggih yang mulai muncul pada tahun 2018. Ransomware ini dikenal karena menargetkan perusahaan besar dan lembaga pemerintah dengan permintaan tebusan yang sangat tinggi.

Ransomware ini diketahui telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi banyak organisasi, termasuk rumah sakit, perusahaan teknologi, dan lembaga pemerintah. Beberapa korban terpaksa membayar tebusan untuk memulihkan data mereka, meskipun ada risiko bahwa pembayaran tersebut tak akan menjadi jaminan.

8. GandCrab (2018)
Ransomware Gandcrab

GandCrab ialah ransomware yang muncul pada awal tahun 2018 dan dengan sigap menjadi salah satu ransomware paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku di balik ransomware ini juga diketahui terus-menerus memperbarui dan meningkatkan ransomware ini agar tak dapat terdeteksi.

Selain itu, ransomware ini diketahui telah menginfeksi ratusan ribu komputer dan menghasilkan jutaan dolar bagi pelaku dan sosok jahat di baliknya. Tak hanya itu, ransomware ini juga dikenal karena strategi inovatifnya dan kemampuan pelaku untuk meminimalisir pendeteksian oleh pakar di bidang keamanan siber.

9. Sodinokibi (2019)
Ransomware Sodinokini Evilr

Sodinokibi, juga dikenal sebagai REvil, ialah ransomware yang pertama kali muncul pada tahun 2019 dan dengan sigap menjadi salah satu ransomware paling canggih dan berbahaya. Ransomware ini dikenal karena menargetkan perusahaan besar dan menggunakan strategi pemerasan ganda.

Ransomware ini telah menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi banyak perusahaan besar, termasuk perusahaan keuangan, layanan kesehatan, dan manufaktur. Taktik pemerasan ganda yang digunakan oleh pelaku telah membikin ransomware ini menjadi ancaman yang sangat serius bagi organisasi di seluruh dunia.

10. Maze (2019)
Ransomware Maze

Maze ialah ransomware yang pertama kali muncul pada tahun 2019 dan dikenal karena memelopori strategi pemerasan ganda yang kemudian diadopsi oleh banyak golongan ransomware lainnya. Ransomware ini menargetkan perusahaan besar dan organisasi pemerintah.

Taktik pemerasan ganda yang digunakan oleh ransomware ini telah menginspirasi banyak golongan ransomware lainnya, membuatnya menjadi salah satu ransomware paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi, itulah dia beberapa ransomware paling berbahya di dunia, menjadikan ransomware salah satu ancaman paling menakutkan di bumi digital. Dari WannaCry tiba dengan Maze, masing-masing ransomware mempunyai langkah kerja yang berbeda, namun semuanya menyebabkan kerugian yang tak terkira bagi sang korban.

Jadi, dari sini kita dapat belajar bahwa krusial bagi kita untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang pas untuk melindungi diri kita dari serangan ransomware.

Mulai dari lakukan backup data secara teratur, memperbarui perangkat lunak, dan mengedukasi diri kita tentang ancaman siber yang lanjut berkembang. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak dari serangan ransomware yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.